Rabu, 06 April 2011

Bahaya Teknik Scalping

Scalping adalah teknik dimana trading dilakukan dengan akumulasi posisi yang cukup banyak dan meng-eksekusinya dalam waktu cepat, dengan target perolehan point relatif sedikit sekitar 1 sampai 10 point, baik itu di market Forex (valas), Stock Index (index saham), emas/perak ataupun komoditi.


Teknik ini termasuk short-term yang memanfaatkan gelombang kecil harga yang terjadi dalam market yang tenang, tapi dapat mendulang akumulasi point (apabila terus benar membaca tren kecil) dalam jumlah banyak dalam market. Banyak trader pemula yang agresif mengandalkan teknik ini. Namun apabila mereka adalah trader senior dan memiliki emosi stabil biasanya akan menghindari teknik ini karena mereka menggolongkannya pada teknik spekulasi.


Para pelaku scalping ini sering kali memanfaatkan full margin, atau malah bisa dikatakan ugal-ugalan dalam volume lot yang extra besar. Hal ini perlu dilakukan agar profit yang ditarget "lebih berasa". Karena teknik ini cuma mentargetkan profit di kisaran 10-an poin.


Teknik ini baru berhasil apabila anda memiliki akurasi prediksi tren yang sangat tinggi. Terutama karena kebanyakan pengguna teknik ini sangat jarang yang menggunakan stop loss. Resiko ini akan berlipat ganda manakala anda dikenai beban komisi. Sehingga teknik ini termasuk golongan teknik spekulasi karena memanfaatkan time frame (TF) yang kecil yaitu M1, M5 atau M15. Hal ini berbeda dengan karakter investor yang lebih memilih pada TF yang besar minimal H1 untuk menghindari jebakan false signal. Semakin kecil TF maka akan semakin tinggi jebakan false signal.


Selain itu, metode ini akan sangat menyita waktu anda untuk memonitoring harga hingga menelantarkan pekerjaan utama anda. Bahkan tidak jarang menimbulkan panik alias sport jantung apabila tiba-tiba harga bergerak melawan posisi yang terlanjur diambil (dan ini kasus ini sangat dominan terjadi). Maka metode ini pada akhirnya berlawanan dengan prinsip investasi dimana uang yang bekerja untuk anda (passive income).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar