Selasa, 27 Maret 2012

DRAWDOWN: ALAT UKUR KUALITAS SISTEM TRADING DAN EA

Maximal Drawdown adalah besarnya prosentase penurunan nilai balance maksimal yang terjadi akibat terjadinya loss secara berturut-turut. maximal drawdown memberikan gambaran secara obyektif seberapa bagus performa sistem trading (atau EA) yang sedang dijalankan. semakin lama record data nya semakin baik, idealnya selama 6 bulan trading  itu berjalan.

Absolute Drawdown adalah angka yang menyatakan nilai penurunan maksimal drawdown yang menyatakan kerugian absolute yang dihitung dari modal.
Maximal Drawdown adalah nilai penurunan terbesar yang beruntun dari suatu nilai balance.
Relative Drawdown adalah besaran prosentase penurunan dari Maximal Drawdown.

Senin, 19 Maret 2012

TRADER KOMODITI LEGENDARIS (Michael Marcus)


Marcus adalah seorang  lulusan psikologi, Universitas Clark’69, AS. Memulai karir tradingnya di tahun 1972, ia mengorbankan uang tabungannya berjumlah 700 US dollar untuk sebuah kontrak futures dan berkembang menjadi 64 ribu US dollar dalam waktu satu tahun. Reputasi terbaik Marcus dikenal karena telah berhasil melipatgandakan 30 ribu US dollar menjadi 80 juta US dollar dalam waktu kurang dari 20 tahun. Ia juga telah memiliki 10 rumah mewah nan indah di berbagai belahan dunia, yang mungkin saja tidak pernah ditidurinya. Memang indah benar melihat ladang yang telah digarap Marcus. Namun, pada kenyataannya ia harus siaga setiap 2 jam sekali untuk mengamati keadaan pasar yang selalu berubah. Kesibukan yang luar biasa tersebut, mengakibatkan kisah tragis dalam rumah tangganya. Dalam buku berjudul “The Predictors”, yang dikarang oleh Thomas Bass, terdapat catatan: “His wife left him, but Marcus was too busy to notice.“. Ya benar, istrinya meninggalkannya, karena dia lebih memperhatikan trading dibandingkan orang yang dia cintai. Sebuah pesan moral yang terangkat adalah, “if you love something, keep trying. However, don’t expect it to be easy”. Tidak mudah memang, namun pantaskah untuk diperjuangkan? Saya pribadi tidak menyarankan Anda untuk melakukan pengorbanan di luar batas demi meraih sukses dalam trading. Namun, ingin mengingatkan Anda (sebagai trader) agar menyadari pentingnya keseimbangan kehidupan dalam bertrading dan non trading (prioritas).
Terkadang, banyak hal penting yang terlupakan dalam proses pencapaian kesuksesannya. Alangkah baiknya kita memiliki batasan tertentu dalam pencapaian itu dan mulai memperbaikinya secara konsisten, baik itu berhubungan dengan trading ataupun di kehidupan sehari-hari.
(tulisan ini saya ambil dari forum yang saya ikuti atas nama Subali)

Trader Legendaris NO STOP LOSS : Jesse Livermore


Jesse Livermore, seorang legendaris spekulan di abad 20 awal sekitar thn 1900-1930an. Kisah hidup Jesse Livermore yang dari pekerja rendahan sampai akhirnya sangat kaya dan berakhir tragis bunuh diri sangat lah perlu disimak untuk yang ingin lebih mengerti bidang trading. Dan pada faktanya kesalahan Jesse Livermore sebenarnya adalah dia telah tau segala teknik untuk menang tapi dia tidak menguasai hal yang paling dasar yaitu management resiko kehilangan duit. DIA TIDAK MEMAKAI STOPLOSS, Sehingga pas terjadi crash dia kalah telak dan sangat terpukul sehingga akhirnya SUICIDE. Memang bidangnya Jesse Livermore saham/stock tapi sama saja dengan FOREX secara garis besar nya sama2 aja tetap bidang trading,spekulasi,investasi juga. Banyak buku2 maupun english seputar forex, saham, investasi tapi mereka terlalu teoritis rata2 dan terlalu teknikal, dan kebanyakan trader forex sukses, menyadari teknikal dan indicator2 atau apalah itu cuma lah penunjuk arah seperti saat kita melihat langit biru di atas, tiba-tiba warna langit berubah menjadi lebih gelap itu berarti hari udah mulai malam? mau turun hujan? Begitu juga indicator, atau moving averages dan sebagainya. Itu juga hanyalah menunjukan ciri-ciri tapi bukan lah kepastian, karena yang pasti di dunia ini kita pasti mati. Tapi tentu saja kalo diandaikan kita bertaruh / spekulasi / invest anggap kita bertaruh ama teman kita di saat langit terlihat mau hujan. Andaikata taruhan nya 1:10 yg pegang hujan dpt 1000 yang pegang tidak hujan mendapat 10000 tentu saja sebagusnya kita memegang hujan biarpun cuma 1000. Tapi andaikata kalo 1:100/1:1000 di saat andaikata terlihat begitu meyakinkan akan turun hujan tapi taruhan tidak jadi hujan begitu menarik, apakah pilihan anda? Manusia normal dan yang berhati-hatipun pun akan melirik:100 dan : 1000 nya karna kalo turun hujan kamu dapat hanya 1000, tapi kalo tidak jadi turun hujan harus bayar 100000, 1000000 wow sudah terasa resikonya. Sebenarnya yang paling aman tetaplah harus megang pasti hujan, dikarnakan kita dah melihat pola2 dan ciri2 mau hujan buat apa kita sok pintar dan berspekulan yang mungkin hasilnya berlipat ganda, tapi peluang menangnya kecil? Seandainya di balik taruhannya menjadi 10000:1000 terlihat langit mau hujan tapi kita mempertaruhkan tidak hujan senilai 10000 untuk mendapatkan 1000, bagaimana pendapat anda ? Bukankah konyol mempertaruhkan disesuatu yang peluang kalahnya besar dan keuntungan yang diraih tidak seberapa? Andaikata taruhannya hari ini hujan dan untuk beberapa menit/jam terlihat hujan terus, lalu taruhannya apakah akan hujan terus dalam 1-2 jam ke depan, dan apakah akan tidak hujan dalam 1 jam ke dpn atau 2 jam ke dpn. Kalo imbalan dari taruhan tersebut besar seperti > 1:5 mungkin ok pantas dipertaruhkan, tapi kalo imbalannya seperti 100:10 atau bahkan 500:10?

Ilustrasikan saya pasang tidak hujan di musim hujan, yang jelas2 dah hujan dan kalo ternyata tidak hujan saya hanya menang 100.000 dan kalo hujan saya kalah 5 juta? Apakah pantas? Kesimpulannya kalo kita mau melawan gejala2 hujan atau istilahnya trend. Mungkin perlu di pertimbangkan seberapa hasilnya dari taruhan, apakah pantas bertaruh untuk mengejar keuntungan kecil dengan kerugian tanpa batas (baca: no Stop loss).


(tulisan ini saya ambil dari forum yang saya ikuti atas nama subali)

METODE TRADING AVERAGING



Averaging adalah membuka lagi posisi baru sesuai dengan posisi lama meskipun saat ini harga bergerak berlawanan dengan keyakinan harga saat ini akan mengikuti sesuai dengan prediksi kita.
Averaging diambil saat kita yakin bahwa perubahan harga yang berlawanan dengan yang posisi yang dimiliki akan kembali berbalik sesuai prediksi semula dengan mengambil posisi baru yang searah.
Contoh Kasus:
Seorang trader memprediksi bahwa harga akan naik maka dia membuka posisi Buy.
Tidak lama kemudia harga bergerak naik, dan dia pun melanjutkan analisanya dan menyimpulkan bahwa harga naik lebih jauh lagi. Maka, ia membuka Posisi Buy Baru lagi sehingga posisi harga buy yang dimiliki trader tersebut sekarang merupakan rata-rata dari posisi buy pertama dan posisi buy yang kedua.
Setelah beberapa saat dan melakukan analisa yang matang, kemudian trader yang bersangkutan menutup kedua posisi nya tersebut sehingga pada akhirnya trader tersebut pun mendapatkan profit.